SOFTWARE OPENSOURCE

Halo kawan…!! jumpa lagi dalam postingan-ku kali ini yang akan mengulas tentang SOFTWARE OPENSOURCE atau dapat juga disebut OPENSOURCE SOFTWARE..

Apa sich yang disebut SOFTWARE OPENSOURCE atau OPENSOURCE SOFTWARE itu..?

Kalau  mau tahu, baca postinganku ini yaaa…

Pengembangan software berbasiskan opensource, saat ini telah menjadi suatu fenomena tersendiri.  Model ini telah berkembang sejak awal mula perkembangan teknologi komputer, namun kini telah menjadi semakin populer terutama berkat pemakaian Internet di berbagai bidang. Mula-mula Open source software diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Hasil perbaikan dari open source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya. Saat ini sangat mudah mendapatkan open source software di internet. Gema open source pun telah sampai hingga Indonesia, terbukti dengan mulai munculnya proyek-proyek yang bersifat open source, berkisar dari proyek pengembangan software hingga pembuatan dokumentasi. Perkembangan ini tentu saja sangat membanggakan. Namun demikian pengembangan software berbasiskan open source di Indonesia masih memiliki banyak hambatan yang sewaktu-waktu dapat mengancam kelangsungannya, oleh karena itu diperlukan langkah-langkah yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengatasinya.

Sebenarnya opensource software merupakan istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Atau secara ringkas, pengertian SOFTWARE OPENSOURCE adalah perangkat lunak yang diedarkan dengan memberi hak bagi penerimanya untuk menggunakan, mempelajari, memodifikasi, dan mengedarkan ulang perangkat lunak tersebut. Beberapa contoh Software OpenSource adalah : Linux , Mozilla FireFox, Open Office, dll. 

Dengan pola open source orang dapat membuat dan mengembangkan apa yang disebut dengan free software. Software ini dapat digunakan tanpa perlu membayar lisensi atau hak cipta karena memang dikembangkan dengan pola open source. Jadi, dengan pola open source orang dapat mengembangkan software dan mempublikasikannya dengan bebas melalui internet. Maka tidak heran apabila kita akan banyak menemukan free software ini di internet dan bisa secara bebas mendownloadnya tanpa perlu membayar uang sepeser pun kepada pengembang software tersebut.

Free software disini juga bukan program kacangan. Anggapan bahwa barang yang gratis jelek kualitasnya tidak berlaku buat free software. Karena sudah terbukti kehandalannya. Dan karena free software berbasis open source maka software tersebut sudah melalui proses perbaikan yang terus menerus. Jadi tidak ada alasan tidak mau menggunakan free software ini dengan alasan kualitasnya yang tidak baik.

Dengan karakteristik yang telah disebutkan di atas maka tidak salah apabila kita menaruh harapan pada open source ini sebagai platform alternatif yang bisa kita gunakan dalam komputer kita. Penerapan pola open source di Indonesia juga dapat menghilangkan pemakaian software komersial secara ilegal dan memungkinkan bangsa Indonesia dikenal karya ciptanya dengan ikut mengembangkan opensource software.

OSI (Open Source Initiative) mendefinisikan open source software dalam bentuk 10 butir kriteria. Secara prinsip definisi ini sama dengan definisi Free Software diatas, dengan menambahkan secara eksplisit bahwa hak-hak tersebut tidak boleh menambahkan persyaratan yang mendiskriminasikan penggunaannya berdasarkan apa pun. definisi OSI adalah perangkat lunak yang didistribusikan dengan lisensi yang memenuhi kriteria :

1. Pendistribusian ulang secara bebas (Free Redistribution)

Lisensi tidak boleh membatasipihak mana pun untuk menjual atau memberi secara gratis perangkat lunak sebagai sebuah komponen dari distribusi perangkat lunak agregat yang mengandung program-program dari berbagai sumber yang berbeda. Lisensi tidak boleh mensyaratkan pembayaran royalti ataupun biaya lain untuk penjualan semacam itu.

2. Kode Program (Source code).

Program harus menyertakan source code, dan harus mengizinkan distribusi dalam bentuk source selain dalam bentuk terkompilasi. Dalam hal terdapat bentuk produk yang tidak menyertakan source code, maka haruslah terdapat cara yang terpublikasi untuk memperoleh source code dengan harga yang tidak lebih dari biaya reproduksi, atau lebih baik lagi dengan mengunduh dari internet tanpa biaya. Source code haruslah dalam bentuk yang memudahkan pemrogram untuk mengubah program. Mengaburkan source code secara sengaja atau bentuk antara seperti misalnya keluaran preprosesor atau translator tidaklah diperbolehkan.

3. Hasil karya turunan (Derived Works).

Lisensi harus memperbolehkan modifikasi dan hasil karya turunan, dan memperbolehkan untuk diedarkan dalam persyaratan yang sama dengan lisensi semula.

4. Integritas Source Code Asli (Integrity of The Author’s Source Code)

Lisensi diperbolehkan untuk membatasi pengedaran source code dalam bentuk termodifikasi hanya jika lisensi tersebut mengizinkan distribusi “berkas perbaikan” bersama dengan source code dengan tujuan memodifikasi source code pada saat kompilasi program. Lisensi harus secara eksplisit mengizinkan distribusi program yang dihasilkan dari source code termodifikasi. Lisensi dapat mengharuskan program hasil distribusi untuk menggunakan nama atau versi yang berbeda dari perangkat lunakaslinya.

5. Tidak ada diskriminasi  orang/kelompok ( No Discrimination Against Persons or Groups).

Lisensi tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap orang atau kelompok.

6. Tidak ada diskriminasi bidang usaha (No Discrimination Against Fields of Endeavor).

Lisensi tidak boleh membatasi pengguna untuk menggunakannya dalam bidang-bidang tertentu. Sebagai contoh, lisensi tidak boleh membatasi sebuah program untuk digunakan dalam lingkungan usaha atau digunakan dalam riset genetika.

7. Distribusi Lisensi (Distribution of License).

Hak-hak yang terkait dengan program harus berlaku bagi semua pihak yang menerima distribusi ulang tanpa membutuhkan lisensi khusus dari pihak-pihak tersebut.

8. Lisensi tidak boleh bersifat spesifik pada sebuah produk (License Must Not Be Specific to a Product).

Hak-hak yang terkait tidak boleh bergantung pada distribusi perangkat lunak tertentu sebagai induknya. Bila program tersebut dikeluarkan dari distribusi aslinya dan digunakan atau didistribusikan sesuai dengan lisensi program, maka semua pihak yang menerima program harus memiliki hak yang sama sebagaimana yang diberikan dalam distribusi perangkat lunak aslinya.

9. Lisensi tidak boleh membatasi perangkat lunak lain (License Must Not Restrict Other Software).

Lisensi tidak boleh membatasi perangkat lunak lain yang didistribusikan bersama dengan perangkat lunak yang dilisensikan. Sebagai contoh, sebuah lisensi tidak boleh membatasi program-program lain yang dipaketkan bersama harus open source.

10. Lisensi harus netral terhadap teknologi (License Must Be Technology-Neutral).

Lisensi tidak boleh membatasi berdasarkan teknologi tertentu atau jenis antar muka.

Lantas apakah benar Software Open Source itu Software yang gratis dan bebas di unduh dan apakah setiap Software Gratis itu adalah software yang Open Source. Software yang Open Source sudah tentu adalah Software yang Gratis, karena tidak mungkin sebuah Software yang bisa di modifikasi oleh setiap orang harus terikat Lisensi. Hanya saja ada beberapa pengembang yang mematenkan hasil Kreasinya terhadap sebuah Software OpenSource dengan tetap mematuhi Aturan tentang modifikasi sebuah Software Open Source, Contohnya Mandrake Linux, dimana Linux-nya sendiri tetap OpenSource, hanya saja Mandrake memberikan fitur fitur tertentu yang telah di patenkan.
Karena bersifat Gratis dan terbuka, Software OpenSource memiliki banyak kelebihan  diantaranya yaitu :

  1. Relatif mudah di gunakan
  2. Mudah di dapat, karena bersifat gratis, kita dapat menyebarluaskannya secara leluasa sehingga mudah dicari terutama di Internet.
  3. Relatif Aman, Biasanya sebuah Sofware OpenSource dikembangkan dan di modifikasi oleh jutaan pengembang di seluruh dunia sehingga jika terdapat celah keamanan maka akan lebih cepat di ketahui dan di perbaiki. Contohnya Linux yang terkenal bebas Virus.
  4. Memiliki banyak fitur dan Variasi. Lihat Saja Mozilla Fire Fox yang memiliki ratusan Add-On yang bisa di unduh secara bebas di internet yang tentunya bisa memaksimalkan Software tersebut
  5. Hemat Biaya, tentunya karena gratis

Software opensource juga memiliki banyak kelebihan, antara lain :

Bagi Dunia Pendidikan

Dengan adanya open source maka pelajar, mahasiswa ataupun pendidik tidak lagi mempelajari sesuatu secara teoritis namun mereka pun dapat mempraktikkannya. Sebagai contoh dalam bidang ilmu komputer, pada saat mempelajari mata kuliah Sistem Operasi, maka siswa dan guru dapat secara bersama-sama mempelajarinya dengan cara mengupas secara tuntas Sistem Operasi GNU/Linux ataupun sistem operasi open source lainnya, sehingga siswa dan guru tidak hanya tahu teori, namun juga tahu penerapannya dalam dunia nyata. Kemudian dengan menginstalasi sistem operasi open source, misalnya GNU/Linux, seseorang umumnya telah memperoleh aplikasi-aplikasi yang cukup lengkap, sehingga ia tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membelinya.

Bagi Dunia Bisnis

Dengan memanfaatkan program-program open source, dunia bisnis akan memperoleh manfaat yaitu rendahnya biaya instalasi program, reliabilitas yang tinggi, keamanan yang tinggi, sehingga total cost of ownership-nya menjadi rendah. Dunia bisnis sangat memerlukan program yang bereliabilitas tinggi, karena kegiatan-kegiatan dunia bisnis telah amat tergantung pada komputer dan kesalahan kecil akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Bagaimana jadinya jika server yang digunakan untuk menangani web page harus di-reboot satu minggu sekali ?

Selain itu dengan menggunakan program-program open source maka perusahaan tidak perlu terikat pada satu vendor, baik vendor hardware maupun software. Jika perusahaan menemui permasalahan, ia dapat menghubungi pembuat program ataupun mencari perusahaan-perusahaan jasa untuk menangani masalah tersebut.

Bagi Pemerintah

Seiring dengan makin berkibarnya tuntutan akan otonomi daerah, maka penggunaan program-program open source patut menjadi pertimbangan dalam perencanaan sistem informasi pemerintahan. Dengan menggunakan program-program open source, anggaran yang dibutuhkan relatif lebih rendah dibandingkan dengan program-program closed source dengan tingkat reliabilitas dan keamanan yang lebih tinggi. Selain itu dengan memanfaatkan program-program open source pemerintah dapat mendukung perkembangan teknologi informasi di daerahnya dan juga dapat memberikan kesempatan kerja pada masyarakat. Dengan tersedianya kode sumber maka pemerintah dapat memastikan bahwa program yang digunakannya tidak memiliki suatu backdoor ataupun trojan horse yang dapat membahayakan pemanfaatannya dalam bidang yang sensitif, seperti bidang pertahanan keamanan.

http://organisasi.org/penjelasan-pengertian-open-source-software-dan-free-software

http://www.total.or.id/info.php?kk=Software%20Open%20Source

http://lecturer.d3ti.mipa.uns.ac.id/yuda/2010/09/29/10-kriteria-open-source-software-oss/

http://tedi.heriyanto.net/papers/pengembangan.html

http://iblogoblog.blogspot.com/2010/05/opensource-dan-free-software.html

Wah… ternyata banyak juga ya keuntungan dari penggunaan software opensource… Namun masih harus ditingkatkan dan dikembangkan lagi… Sekian postinganku kali ini…

 

About nadyaaydan

Just an acceleration student.. who has many dreams to be the best... Nadya = Book-a-holic = pencinta buku

Posted on Januari 17, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: