PIDATO MAKANAN BERBAHAN 4P

Kemarin kemarin , saya dapet tugas buat pidato. hmm.. ini nih pidatonya. aku share.

KALO MAU COPAS , CANTUMIN NAMA SAYAAAA YA. JANGAN LUPA ! KALO GAK, AWAS YA !

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang terhormat, Ibu Budi selaku guru Bahasa Indonesia kelas 9 akselerasi

Dan teman-teman sekalian yang saya sayangi

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah swt, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita sekalian dapat hadir dan berkumpul pada kesempatan kali ini. Kali ini, saya Ducha Nadya Hapsari akan berpidato mengenai Menghindari Makanan Berbahan 4P.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Di jaman yang semakin kompleks ini, kapanpun dan dimanapun kita berada sejauh mata memandang selalu kita temui berbagai makanan dan minuman beraneka ragam yang ditawarkan oleh penjual-penjual makanan. Jajanan-jajanan yang beraneka ragam tersebut hampir semuanya memiliki tampilan yang sangat menarik selera konsumen serta rasa yang sangat menggugah lidah untuk menikmatinya. Namun, tahukah kita sekalian bahwa hampir semua makanan yang dijajakan oleh para penjual – penjual makanan tersebut mengandung bahan-bahan yang membahayakan tubuh? Ya. Bahan-bahan tersebut adalah 4P yang merupakan singkatan dari Pemanis, Pengawet, dan Pewarna, dan Penyedap makanan.

Setiap makanan maupun minuman pada dasarnya boleh dibubuhi Pemanis, Penyedap, Pengawet, dan Pewarna. Tetapi pada takaran yang tepat dan tidak berlebihan juga mengutamakan pada bahan aditif yang alami. Namun, sayang sekali, orang-orang egois yang ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak menyalahgunakan anggapan bahwa membubuhi makanan dengan bahan-bahan aditif boleh dilakukan dengan cara mengganti bahan aditif alami dengan bahan aditif sintetis yang lebih mudah didapatkan dan lebih murah. Tak jarang juga mereka menggunakan pewarna tekstil pada makanan yang dijualnya. Sungguh miris sekali, bahan berbahaya yang harusnya digunakan sebagai tinta warna pakaian masuk dan dicerna oleh tubuh. Lalu menumpuk dan menimbulkan berbagai penyakit. Begitu juga dengan pengawet buatan, para pedagang curang seringkali menggunakan pengawet buatan seperti formalin atau boraks untuk mengawetkan dagangannya. Semua itu dilakukan dengan harapan mereka tidak mendapatkan rugi, supaya dagangannya yang tidak habis bisa dijual kembali keesokan harinya. Pemanis pun juga digunakan untuk mengurangi modal dan mendapatkan keuntungan berlebih. Mengganti gula dengan pemanis buatan seperti siklamat, sakarin, dan aspartam karena dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah. Penyedap makanan pun juga diperlakukan sebagai peningkat laba oleh para pedagang. Dengan membubuhi vetsin maupun MSG terhadap dagangannya untuk menarik selera konsumen.

Hadirin sekalian,

Mengkonsumsi makanan berbahan aditif sintetis tentu akan menimbulkan berbagai dampak negatif dalam tubuh kita. Di antaranya akan menyebabkan penumpukan zat-zat kimia dalam tubuh yang nantinya berakibat lanjut pada gangguan organ tubuh seperti kanker, liver, gangguan otak, dan utamanya gangguan-gangguan pada organ pencernaan. Dalam jangka waktu lama, mengkonsumsi makanan yang mengandung 4P sintetis akan berakibat pada kematian.

Benar-benar miris sekali kawan, hanya karena mengutamakan kepentingan pribadi pedagang-pedagang curang tersebut tega membuat para konsumennya mencerna bahan-bahan berbahaya seperti yang telah saya ulas. Maka dari itu, kita perlu mewaspadai makanan-makanan berbahaya tersebut. Caranya antara lain adalah : menghindari konsumsi makanan maupun minuman dengan warna yang sangat mencolok mata, lalu hindarilah membeli makanan yang berharga terlampau murah jika dibandingkan harga makanan tersebut di tempat lain, jangan lupa perhatikan komposisinya dahulu sebelum membeli apabila makanan atau minuman tersebut buatan pabrik, dan jangan jajan sembarangan.

Harapannya, dengan  melakukan cara-cara yang telah saya sebutkan, kita dapat menghindari dan mengurangi konsumsi makanan dengan kandungan bahan-bahan aditif berbahaya dan mengurangi dampaknya juga dalam tubuh kita.

Saya rasa, cukup sekian pidato yang saya bawakan ini. Sekali lagi, kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap makanan-makanan yang beredar di masyarakat karena kecurangan yang dilakukan pedagang-pedagang semakin marak terjadi. Semoga pidato saya dapat bermanfaat bagi kita sekalian. Baiklah, atas perhatian dan waktunya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

About nadyaaydan

Just an acceleration student.. who has many dreams to be the best... Nadya = Book-a-holic = pencinta buku

Posted on Januari 20, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. makasih pidato ini sangat membantu buat ujian praktek kelulusan q,
    aq nggak copas tapi buat reverensi aja
    makasih banget ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: